Selamat datang di blog http://arjunasubang.blogspot.com tempat berbagi masalah berkebun, menanam dan bertaman. Jika anda berniat hendak menanam buah jambu air, entah itu di dalam pot atau langsung di pekarangan/kebun rumah maka berikut ini saya berikan tips-tips cara menanam buah jambu air. Tanaman buah jambu air kebanyakan yang saya lihat di pekarangan-pekarangan rumah penduduk desa buahnya tidak begitu manis, gampang rontok dan busuk.
Sekarang ini
varietas tanaman buah jambu air sudah sedemikian banyak. Mulai dari jambu air
madu deli, jambu air citra, jambu air kancing, jambu air kristal mutiara, jambu
air king rose, jambu air bangkok dan lainnya yang semuanya itu punya keunggulan
masing-masing. Andapun bisa bereksperimen menggunakan tekhnik penyambungan
pucuk untuk mendapatkan beberapa macam jenis jambu air dalam 1 pohon.
Untuk dapat sukses menanam buah jambu air kuncinya adalah "trial and error" terutama kaitannya pada saat proses pemupukan nanti, anda bisa menggunakan berbagai macam komposisi pupuk dengan kandungan yang berbeda-beda sehingga akan anda dapatkan komposisi yang pas untuk pohon buah jambu air di daerah anda.
Untuk dapat sukses menanam buah jambu air kuncinya adalah "trial and error" terutama kaitannya pada saat proses pemupukan nanti, anda bisa menggunakan berbagai macam komposisi pupuk dengan kandungan yang berbeda-beda sehingga akan anda dapatkan komposisi yang pas untuk pohon buah jambu air di daerah anda.
Adapun
langkah-langkah dalam menanam buah jambu air adalah
sebagai berikut:
1. Memilih Bibit
Jambu Air
Proses pembibitan
bisa dilakukan dengan dua pilihan sumber bibit. Bibit bisa diperoleh dari cara
vegetatif dengan menyemaikan benih jambu air yang diambil dari pohon produktif
dengan kualitas produksi yang stabil dan sudah berusia 15 tahun atau lebih.
Namun, untuk mendapatkan kualitas bibit yang seragam dan lebih cepat panen,
bibit vegetatif sebaiknya dipilih.
Bibit vegetatif jambu air yang dimaksud merupakan bibit enten
yang disambung dengan teknik sambungan celah. Cara lain memperoleh bibit jambu
air dapat dibuat dengan metode stek ataupun cangkok dari induk tanaman yang
sudah berbuah. Cangkoklah pohon jambu air yang memiliki silsilah buah dan
kesuburan pohon yang baik, atau jika tidak mau repot belilah bibit di penjual
bibit tanaman dan taman. Jika bibit dibuat dengan mencangkok sendiri, maka saat
sudah tumbuh akar yang panjang pada cangkokan (1-2 bulan dari mencangkok) dapat
dilakukan pemotongan, lakukan pemotongan pada bagian bawah cangkokan. Kemudian
tanamlah cangkokan pada polybag terlebih dahulu agar bibit jambu air dapat
menyesuaikan kondisi terlebih dahulu.
2. Menyiapkan
Lubang Tanam/Pot
Mengingat tanaman jambu air sebaiknya
ditanam pada musim penghujan, lubang tanam ada baiknya sudah dibuat pada akhir
musim kemarau atau menjelang datangnya musim hujan. Jika penanaman dilakukan
saat musim kemarau, bibit yang ditanam harus disiram dua kali sehari.
Jambu air dapat
tumbuh baik pada Tanah yang memiliki kesuburan baik, gembur, dan tidak terlalu
asam. Buatlah lubang tanam dengan ukuran 40 cm x 40 cm dengan kedalaman
40cm-50cm. Taburi lubang yang telah dibuat dengan pupuk kandang atau kompos
setinggi 1/3 dari kedalaman lubang, biarkan lubang terlebih dahulu untuk
mengembalikan kestabilan unsur hara setelah penggalian selama 1 minggu. Jika
jambu air akan dibudidayakan secara besar-besaran maka buatlah lubang dengan
jarak 8 meter antar lubang dan taburkan pupuk kandang pada setiap lubang.
Memilih Pot
Untuk tanaman jambu
air yang ditanam didalam pot dengan diameter 50 cm, agar tumbuh subur dan
berbuah cepat sebaiknya menggunakan media tanam campur sebagian tanah,sebagian
sekam,dan 2 bagian pupuk kandang, selain itu bias juga ditambah pupuk kotoran
burung dengan dosis 1kg/pot. Pot yang sudah dipilih segera dibuat lubang-lubang
drainase dibagian samping pot dan bawah. Sebelum mamasukan campuran media
tanam sebaiknya lubang pot diberikan kerikil agar media tidak ikut keluar
bersama air siraman. Pengisian media tanam kira-kira 2/3 dari
volume pot.
Untuk pot gunakan
ukuran yang pas, bisa menggunakan wadah pot seperti drum, ember, dan kaleng
kaleng bekas yang sudah diberi lubang kecil untuk pembuangan air yang
berlebihan.
Untuk tanahnya
gunakan tanah yang subur dan diberi pupuk kandang dengan perbandingan antara
tanah subur dan pupuk kandang 1:1. Pastikan pupuk kandang yang digunakan sudah
matang, karena pupuk kandang yang belum matang dapat menyebabkan akar tanaman
menjadi busuk.
Setelah pot jadi
dan terisi tanah ambil bibit tanaman jambu air yang sudah ditanam dipolybag
tadi lalu keluarkan dari polybag secara utuh lalu tanam di pot yang sudah
berisi tanah dan pupuk kandang, tanam bibit tepat di tengah tengah, agar
pertumbuhan akar mengarah keseluruh bagian pot secara rata. Setelah itu siram
pot dengan air bersih hingga cukup basah.
3. Cara Menanam
buah jambu air
Bibit yang sudah
dipilih ditanamkan ke dalam lubang tanam yang sudah dipersiapkan dengan
memperhatikan kedalaman penanaman bibit tersebut. Menanam bibit saat musim
penghujan merupakan cara tanam yang paling tepat karena dengan demikian petani
tidak perlu dipusingkan dengan proses penyiraman yang harus dilakukan paling
tidak dua kali sehari. Agar bibit bisa tumbuh dengan baik dan cepat beradaptasi
dengan kondisi tumbuh yang baru, sore hari merupakan waktu yang tepat untuk
menanam tanaman jambu air.
Hal pertama yang
harus dilakukan dalam teknik budidaya jambu air adalah dengan menentukan pola tanam
yang akan dilakukan. Untuk memastikan bahwa pohon jambu air bisa tumbuh dengan
optimal dengan hasil buah yang juga maksimal, pola penanaman yang paling baik
dilakukan dengan jarak tanam 8 x 8 meter.
Metode penanaman
buah dapat dilakukan di dalam pot (tabulampot), ataupun polybag dengan diameter
50 cm. Pot diberi lubang kecil untuk drainase kemudian diisi dengan tanah dan
pupuk kandang dengan perbandingan 1:1.
Pohon jambu air
disusun rata dengan jarak 2.5m hingga 3m agar terdapat sirkulasi udara antar pohon.
Untuk menanam bibit
jambu air dapat dilakukan dengan membuka platik polybag terlebih dahulu secara
perlahan, jangan sampai Tanah yang terdapat pada polybag hancur. Karena itu
akan menjadi sumber makanan jambu air pada awal-awal penanaman.
Masukkan bibit ke
dalam lubang yang telah dibuat sampai menyentuh bagian dasar lubang yang telah
diberi pupuk kandang. Tutuplah lubang dengan menggunakan sisa Tanah galian, dan
padatkan secara perlahan. Sebaiknya penananam dilakukan pada awal musim hujan
dan lakukan penanaman di sore hari agar tidak terlalu terik.
4. Tekhnik
Pemupukan Jambu Air
Tidak bisa
dipungkiri bahwa cara menanam tanaman jambu air tidak akan mendapatkan
pertumbuhan pohon yang optimal jika tidak didukung dengan pemupukan yang tepat.
Pemupukan penting dilakukan saat penanaman benih, tetapi setelah itu pemupukan
perlu pula dilakukan tiga bulan sekali atau paling tidak dua kali dalam satu
tahun. Pemupukan sebaiknya dilakukan di sekeliling pohon dengan radius kurang
lebih satu meter dengan jumlah pupuk yang cukup.
Pemupukan dilakukan
2 kali seminggu jika buah sedang berbuah dan 1 kali seminggu jika pohon tidak berbuah.
Pupuk yang diberi biasanya adalah pupuk npk dan pupuk kandang.
Lakukan pemupukan secara teratur dengan menggunakan pupuk kandang, jika ingin menggunakan pupuk kimia data menggunakan KCL dan TSP. Lakukan pembasmian hama penyakit yang menyerang seperti ulat dan kutu perisai.
Lakukan pemupukan secara teratur dengan menggunakan pupuk kandang, jika ingin menggunakan pupuk kimia data menggunakan KCL dan TSP. Lakukan pembasmian hama penyakit yang menyerang seperti ulat dan kutu perisai.
5. Tekhnik
Penyiraman dan Pemeliharaan
Setelah tanaman
jambu air ditanam di pot tentu perlu kita siram, siramlah tanaman secara
teratur biasanya 1- 2 hari sekali, jangan menyiram hingga air menggenangi pot
dan jangan sampai anda telat menyiram tanaman jambu air anda sampai tanah
kering dan daunnya layu. Kalau tanaman jambu saya di rumah saya siram 1 hari
sekali pada musim kemarau dan 2 hari sekali pada musim penghujan. Siramlah
dengan air bersih, bisa dari air sumur, namun bila menggunakan air ledeng
diendapkan dulu selamat 24 jam agar menggurangi kandungan kaporit pada air yang
tidak baik untuk tanaman.
Selain itu anda
bisa juga memupuknya dengan pupuk kompos ataupun pupuk kandang.
Penyiraman
dilakukan 2 kali sehari tergantung cuaca. Metode penyiraman dapat dilakukan
dengan manual ataupun dengan kran otomatis atau fertigasi. Penyiraman dengan
fertigasi sangat memudahkan pekerjaan jika pohon ditanam dalam jumlah besar.
Penyerapan unsur hara dalam tanah oleh pohon jambu air tidak akan berlangsung dengan lancar jika akar pohon tersaingi oleh akar gulma yang tumbuh dengan cepat. Oleh karena itu, penyiangan gulma perlu dilakukan dengan jarak kurang lebih satu meter dari popok pohon jambu air. Selain itu, petani juga perlu waspada terhadap serangan hama dan penyakit yang bisa mengurangi produksi buah atau bahkan mengganggu pertumbuhan pohon jambu air itu sendiri sehingga pohon mogok berbuah.
Penyerapan unsur hara dalam tanah oleh pohon jambu air tidak akan berlangsung dengan lancar jika akar pohon tersaingi oleh akar gulma yang tumbuh dengan cepat. Oleh karena itu, penyiangan gulma perlu dilakukan dengan jarak kurang lebih satu meter dari popok pohon jambu air. Selain itu, petani juga perlu waspada terhadap serangan hama dan penyakit yang bisa mengurangi produksi buah atau bahkan mengganggu pertumbuhan pohon jambu air itu sendiri sehingga pohon mogok berbuah.
6. Tekhnik
Pemangkasan Daun Buah Jambu Air
Untuk mendapatkan
hasil buah yang optimal, tidak bisa dipungkiri bahwa proses pemangkasan cabang
dan dahan pohon jambu air juga perlu dilakukan. Pemangkasan dilakukan agar
tajuk baru terbentuk sehingga pohon bisa membentuk kanopi yang sempurna.
Kesempurnaan bentuk kanopi dan banyaknya cabang buah akan sangat berpengaruh
terhadap jumlah buah jambu air yang akan diperoleh dari pohon yang ditanam.
Cara memangkas daun jambu air silahkan anda pangkas daun-daun jambu air yang memenuhi kriteria berikut:
Cara memangkas daun jambu air silahkan anda pangkas daun-daun jambu air yang memenuhi kriteria berikut:
- terkena penyakit
- sudah tua dan menguning
- tidak terpapar sinar
matahari
- berada di cabang arah ke
dalam
Prinsip pengurangan daun adalah jangan melebihi sepertiga dari total daun keseluruhan karena akan membuat pohon jambu air menjadi stres. Daun jambu yang tidakterpapar sinar matahari hanya akan menjadi beban karena tidak andil dalam memasak makanan tapi sebaliknya malah menyerap dan menkonsumsi makanan.
Canag-cabang yang tidak produktif, tumbuh mengarah ke dalam sebaiknya juga dipangkas untuk memberi kesempatan cabang berkembang ke luar dan ke atas.
Demikianlah artikel tentang Cara Menanam Buah Jambu Air. Silahkan anda pedomani apa yang sudah saya sampaikan di atas, Semoga bisa membuat penanaman buah jambu air anda sukses. Satu hal yang pasti, untuk dapat mencapai kesuksesan seseorang harus melalui berbagai macam rintangan dan kegagalan. Jangan pernah ragu mencoba dan jangan cepat menyerah sebelum berhasil. Salam Berkebun


